Products | Home | Company Profile | Contact Us | News & Social Responsibility |



  Password reminder

Products arrow News & Social Responsibility arrow PENGETAHUAN TENTANG LINGKUNGAN SEHAT

Main Menu
Products
Home
Company Profile
Contact Us
News & Social Responsibility
Webmail Chuhatsu
Weblink

Latest News (Informasi Terkini)


PENGETAHUAN TENTANG LINGKUNGAN SEHAT PDF Print E-mail
Written by buyung   
Friday, 23 April 2010

LINGKUNGAN SEHAT

Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Salah satu fenomena utama yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan adalah perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat dan upaya kesehatan.

A. Pengertian

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita, baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak termasuk manusia lainnya. Serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi diantara elemen-elemen dialam tersebut.

Dalam Indonesia sehat 2010: lingkungan yang diharapkan adalah

1.      Yang kondusif bagi terwujudnya keadaan lingkungan yang bebas dari polusi.

2.      Tersedianya air bersih.

3.      Sanitasi lingkungan yang memadai.

4.      Pemukiman yang sehat.

5.      Perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan.

6.      Terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong.

Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2010 adalah yang bersifat proaktif untuk :

1.      Memelihara dan meningkatkan kesehatan.

2.      Mencegah terjadinya penyakit.

3.      Melindungi diri dari ancaman penyakit.

4.      Berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat

Kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan

Prinsip-prinsip pembangunan kesehatan

1.      Dasar perikemanusiaan

2.      Dasar adil dan merata

3.      Dasar pemberdayaan dan kemandirian

4.      Dasar pengutamaan dan manfaat

Sustainable development atau pembangunan berwawasan lingkungan pada dasarnya adalah pembangunan yang mampu membawa rakyat secara merata memperoleh kebutuhan hidupnya. Dalam arti terpenuhi kebutuhan materiil dan spiritual termasuk kualitas lingkungan yang layak huni tanpa terkena derita penyakit menahun dan makin subur sebagai sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan generasi penerusnya.

Hygiene atau sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, social atau ekonomi yaitu mempengaruhi kesehatan manusia dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan.

Ditinjau dari luasnya lingkup,maka masalah lingkungan dapat dibagi menjadi 3 kelompok dasar:

1.      Lingkungan Rumah Tangga atau mikro (Mikro environtment)

2.      Lingkungan Khusus atau lingkungan kerja (Meso environtment)

3.      Lingkungan luas atau makro (makro environtment)

Dengan membagi semua masalah lingkungan dalam tiga kelompok ini diharapkan upaya penanganan dapat dilakukan dengan lebih terarah.

LINGKUNGAN MIKRO

Masalah lingkungan yang tergolong dalam lingkup mikro atau lingkungan rumah tangga adalah :

    1. Kualitas rumah
    2. Penyediaan air minum
    3. sanitasi makanan
    4. pembuangan tinja
    5. pembuangan sampah rumah tangga
    6. pembuangan air kotor

 

Masalah kesehatan mikro:

Kualitas rumah

Keadaan perumahan adalah salah satu factor yang menentukan keadaan hygiene dan sanitasi lingkungan.

Seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat.

Syarat rumah sehat (Winslow)

1.      Memenuhi kebutuhan fisiologis

2.      Memenuhi kebutuhan psikologis

3.      Harus dapat menghindarkan dari kecelakaan

4.      Harus dapat menghindarkan dari terjadinya penyakit

Masalah perumahan : adanya rumah-rumah yang tidak sehat.

Upaya penanggulangannya :

  1. Pembangunan rumah-rumah sehat dengan harga terjangkau
  2. Penyuluhan pentingnya rumah sehat
  3. Penyuluhan modifikasi rumah sehat
  4. Menurunkan tingkat suku bunga : memudahkan kepemilikan rumah sehat
  5. Penyediaan Air Minum

Hidup kita tidak dapat lepas dari air. Air ini diperlukan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, membersihkan dan keperluan lainnya. Untuk itu diperlukan air yang memenuhi syarat kesehatan baik kualitas maupun kuantitasnya.

 Masalah penyediaan air minum :

  1. Belum tersedianya cukup air bersih (kualitas) bagi keperluan rumah tangga
  2. Persediaan air rumah tangga yang masih belum memenuhi syarat – syarat kesehatan secara kualitas
  3. Sumber – sumber air yang tercemar.
  4. Upaya penanggulangannya :
  5. Penyediaan tambahan air bersih bagi daerah yang kesulitan air
  6. Perbaikan mutu dan kinerja pelayanan air oleh pemerintah (PAM)
  7. Perbaikan sarana penyediaan air
  8. Penyuluhan tentang cara pemanfaatan sumber air dengan benar
  9. Penyuluhan tentang pembuatan sumur
  10. Penyuluhan tentang desinfeksi air sumur
  11. Purifikasi air (pengolahan air permukaan)

 Sanitasi makanan

 Makanan yang sehat dan bergizi merupakan modal utama tubuh dalam metabolisme. Diperlukan sanitasi makanan yang baik agar makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi persyaratan sehat yang dapat menjadikan jasmani kuat.

 Masalah :

  1. Pencemaran bahan – bahan makanan
  2. Penggunaan bahan-bahan pengawet dan pewarna
  3. Pengolahan bahan makanan yang kurang benar

 Penanggulangannya

  1. Upaya penyuluhan cara pemakaian pupuk dan pembasmi hama yang benar pada tanaman
  2. Pencegahan penyakit pada ternak
  3. Penyuluhan tentang bahan pengawet dan pewarna makanan
  4. Pemeriksaan secara berkala pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat (BPOM)
  5. Penyuluhan cara pengolahan bahan makanan yang benar
  6. Pembuangan tinja

 Pembuangan kotoran (Feces dan urine) yang tidak menurut aturan, memudahkan terjadinya “water borne disease”

 Syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan Ehlers dan steel) adalah :

  1. Tidak mengotori tanah permukaan
  2. Tidak mengotori air permukaan
  3. Tidak mengotori air dalam tanah
  4. Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembangbiakan vektor penyakit lainnya
  5. Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain
  6. Pembuatannya mudah dan murah

 Masalah :

  1. Tidak tersedianya jamban (kakus) keluarga
  2. Adanya jamban yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan

 Penanggulangan:

  1. Penyediaan jamban sehat
  2. Penyuluhan tentang perlunya jamban sehat

 Pembuangan sampah rumah tangga

Sampah adalah semua zat / benda yang sudah tidak terpakai lagi.

Garbage : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang mudah membusuk

Rubbish : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang tidak mudah membusuk

 Dari sampah harus diperhatikan:

  1. Penyimpanan (Storage)
  2. Pengumpulan (Collection)
  3. Pembuangan (disposal)

 masalah :

  1. Pembuangan sampah yang tidak tertib (kurang kesadaran)
  2. Tempat sampah yang tidak dikelola dengan baik

 Penanggulangan :

  1. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan benar
  2. Pembuatan tempat sampah sementara pada tingkat keluarga
  3. Pengelolaan tempat pembuangan akhir dengan baik
  4. Pengolahan sampah daur ulang

 Pembuangan air limbah (sewage disposal)

 Air limbah : excreto manusia, air kotor dari dapur , kamar mandi, WC, air kotor permukaan tanah dan air hujan

Masalah :

pembuangan limbah rumah tangga yang tidak memenuhi sarat

Penanggulangnnya:

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengolahan limbah yang benar

 

LINGKUNGAN MESO (Lingkungan Kerja)

 Masalah yang masuk lingkungan meso (lingkungan kerja) adalah :

  1. Keselamatan kerja
  2. Pencemaran di lingkungan kerja
  3. Sanitasi di tempat kerja
  4. Penyakit akibat kerja
  5. Fatal kerja/ ergonomi

 Permasalahan lingkup meso ini relatif lebih mudah diatasi karena menyangkut kondisi pekerjaan disuatu perusahaan yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang merupakan perhatian utama pemilik usaha.

 Tingkat – tingkat pencegahan gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat kerja

  1. Peningkatan kesehatan (Health Promotion)
  2. Pendidikan kesehatan kepada pekerja
  3. Peningkatan dan perbaikan gizi pekerja
  4. Perkembangan kejiwaan pekerja yang sehat
  5. Penyediaan perumahan pekerja yang sehat
  6. Rekreasi bagi pekerja
  7. Penyediaan tempat dan lingkungan kerja yang sehat
  8. Pemeriksaan sebelum bekerja
  9. Perhatian terhadap faktor – faktor keturunan
  10. Perlindungan khusus (Specific protection)
  11. Pemberian imunisasi
  12. Hygiene kerja yang baik
  13. Sanitasi lingkungan kerja yang sehat
  14. Perlindungan diri terhadap bahaya – bahaya pekerjaan
  15. Pengendalian bahaya akibat kerja agar dalam keadaan aman
  16. Perlindungan terhadap faktor karsinogen
  17. Menghindari sebab-sebab alergi
  18. Perserasian manusia (pekerja) dengan mesin
  19. Diagnosa dini dan pengobatan yang tetap
  20. (Early Diagnosis & Prompt Treatment)
  21. Mencari tenaga kerja baik perorangan atau kelompok terhadap gangguan – gangguan penyakit tertentu
  22. General check up secar teratur dengan tujuan :
    • Mengobati dan mencegah proses penyakit
    • Mencegah penularan penyakit
    • Mencegah komplikasi
    • Penyaringan
    • Pencegahan kecacatan (Disabillity Limitation)
    • Proses yang adekuat untuk mencegah dan menghentikan proses penyakit

Perawatan yang baik

1.      Penyediaan fasilitas untuk membatasi kecacatan dan mencegah kematian

2.      Pemulihan (Rehabilitation)

3.      Latihan dan pendidikan untuk melatih kemampuan yang ada

4.      Pendidikan masyarakat untuk menggunakan tenaga cacat

5.      Penempatan tenaga cacat secara selektif

6.      Terapi kerja di rumah sakit

7.      Penyediaan tempat kerja yang dilindungi

 

Upaya - upaya pencegahan penyakit akibat kerja

1. Substitusi

Yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali

2. Ventilasi umum

Yaitu mengalirkan sebanyak-banyaknya menurut perhitungan kedalam ruang kerja, agar bahan-bahan yang berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang membahayakan yaitu kadar pada nilai ambang batas.

3.Ventilasi keluar setempat (local exhausters)

Alat yang dapat menghisap udara dari suatu tempat kerja tertentu agar bahan-bahan yang berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar

4. Isolasi

adalah cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan misal isolasi mesin yang hiruk pikuk sehingga kegaduhan yang disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan pada pekerja

5. Pakaian / alat pelindung

Alat pelindung dalam pekerjaan dapat berupa kacamata, masker, helm, sarung tangan, sepatu atau pakaian khusus yang didesain khusus untuk pekerjaan tertentu

6. Pemeriksaan sebelum kerja

yaitu pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan baik fisik maupun mentalnya

7. Pemeriksaan kesehatan secara berkala

adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja apakah ada gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan. Disesuaikan dengan kebutuhan bisa 6 bulan / tahun sekali

8. Penerangan sebelum bekerja

Bertujuan agar pekerja mengetahui dan mematuhi peraturan-peraturan sehingga dalam bekerja lebih hati-hati dan tidak terkena penyakit-penyakit akibat perkerjaan

9.  Pendidikan kesehatan

sangat penting untuk keselamatan dalam bekerja sehingga pekerja tetap waspada dalam melaksanakan pekerjaannya.
Last Updated ( Wednesday, 12 May 2010 )
 
< Prev   Next >

© 2014
Chuhatsu Indonesia. All Rights Reserved